Selasa, 17 Juli 2018

Kuliner



WEDANGAN LAWANG DJOENDJING DENGAN SENI UNIK


Pertama kali yang terlihat saat menuju Lawang Djoendjing adalah pintu besar yang tingginya tidak sama itulah sebabnya dijuluki Lawang Djoenjing. Desain yang kental dengan seni ini menghiasi wedangan tersebut. Banyak sekali view yang dapat untuk berswafoto oleh pengunjung. Selain itu terdapat pula tempat untuk rapat. Kaca untuk bercermin pun dibuat jonjeng. Lawang Djoendjing berlokasi di bilangan Kadipiro, Solo yang bermulai dari awal 2016.

Lawang Djoendjing pun menyajikan makanan yang kerapkali disebut HIK (Hidangan Istimewa Masyarakat). Banyak sekali jenis nasi nya antara lain : nasi sayur, nasi teri, nasi ayam rica, nasi telur, nasi jamur, nasi goreng dan lain-lain. Lebih dari 8 jenis sate pula yang disajikan di sana, cemilan pun juga banyak jenisnya. Minumannya antara lain wedang jahe, wedang jeruk, teh, aneka jus, cokelat , vanilla. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 4000. Pengunjung dapat memilih sendiri makanan yang akan disantap lalu pembayaran ke kasir barulah menikmati makanan sembari menikmati suasana senin yang ada.

Wedangan dengan desain seni unik ini sudah banyak pengunjung sedari dibukannya wedangan tersebut. Mulai dari anak muda hingga dewasa, acara anak muda atau pun keluarga. Selain tempatnya yang unik dapat juga digunakan untuk makan bersama keluarga. Lawang Djoendjing sendiri bangunanya terdapat lantai 2 nya , Pengunjung dapat menunaikan ibadah sholat di mushola yang terdapat di lantai 2.
Hardi Deras , lulusan Seni Rupa ISI Solo pemilik Lawang Djoendjing yang berasal dari Klaten mengawali bisnisnya dengan sablon spanduk yang mana berawal dari tugas kuliah praktek kemudian menimbulkan ketertarikan untuk lebih mendalami dan memantapkan hati untuk menekuni bidang yang disukai menjadi binis yang menghasilkan. Hardi Deras sudah mempunyai 100 titik dari Ngawi , Purworejo titik iklannya tentang Lawang Djoendjing. ( Imay Fajar )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar